Tips Menemukan Shampoo Yang Cocok

Tahukah Anda kalau kata ‘shampoo‘ itu berasal dari bahasa Hindi, India?

Sekarang Anda tahu 😉

Dalam bahasa Hindi, ‘shampoo‘ berarti memandikan rambut dengan susu. Tujuannya agar rambut lembut dari akar hingga ujungnya. Namun hampir semua shampoo yang tersedia di muka bumi ini berbahan dasar air dan detergen, bukan susu. Beberapa bahan lain mungkin ditambahkan, seperti ekstrak tanaman herbal, protein, dan lemak. Tapi pada dasarnya kita hanya butuh detergen yang diencerkan (dengan air) untuk mencuci rambut. Hanya saja, pada kadar tertentu, detergen dapat membuat rambut kering. Maka dari itu, dalam menemukan shampoo yang cocok, pertama-tama kita perlu mengenal kadar dan kekuatan detergen yang terkandung di dalamnya.

Memilih shampoo

KANDUNGAN DETERGEN

Informasi terkait kadar detergen dalam shampoo bukanlah hal yang mudah diperoleh, setidaknya bagi kebanyakan konsumen. Tapi jenis detergennya bisa dengan mudah kita temukan di kemasan.

Sodium lauryl sulfate dan ammonium lauryl sulfate adalah jenis detergen terkuat (dan murah) yang paling sering digunakan. Kadarnya bervariasi antara satu brand dan varian shampoo dengan yang brand/varian lainnya. Namun pada umumnya shampoo bisa mengandung antara 1 hingga 25% detergen. Detergen jenis ini tidak disarankan untuk rambut kering.

Laureth sulfate mungkin lebih lembut, tapi masih termasuk keras bagi sebagian orang, khususnya yang berambut keriting di mana minyak alami rambut tidak dapat menyebar rata ke seluruh serat rambut.

Garam Triethanolamine (TEA) dan monoethanolamine (MEA) tergolong detergen lembut. Tapi ada yang lebih lembut lagi.

Sorbitol ester, polyglyceryl ether betaine, alkyl imidazoline, dan alkyl amino acids merupakan jenis detergen paling lembut dan biasa digunakan dalam shampoo untuk bayi. Cocok untuk rambut kering, dan sebaiknya jadi pilihan jika rambut Anda tidak terlalu kotor (cenderung bersih).

Apakah harga shampoo yang lebih tinggi berarti detergennya lebih lembut?

Tidak selalu.

Harga suatu barang lebih erat hubungannya dengan branding dan biaya marketing suatu produk, bukan dengan kualitasnya atau — dalam hal ini — kadar detergennya.

Apakah shampoo untuk rambut berminyak memiliki kadar detergen yang lebih tinggi?

Belum tentu.

Shampoo-shampoo berlabel ‘untuk rambut berminyak‘ kerap memiliki kandungan detergen yang sama dengan yang ‘untuk rambut kering‘. Yang membedakan biasanya adalah kandungan minyak/lemak di dalamnya — shampoo untuk rambut kering diberi minyak/lemak lebih banyak untuk melembapkan.

Kental/encernya satu produk shampoo juga tidak mengindikasikan tinggi/rendahnya kadar detergen dalam formulanya sebab bahan pengental lazim juga digunakan dalam pembuatan shampoo.

Mungkin satu-satunya cara mengetahui kadar detergen dalam shampoo adalah dengan mencobanya. Jika rambut dan kulit kepala tidak bersih dalam satu kali keramas, berarti kadar detergen dalam shampoo tersebut kurang kuat untuk Anda. Khusus untuk rambut yang sangat berminyak, mungkin Anda perlu mencucinya sekali lagi. Sudah dua kali cuci masih belum bersih juga, coba shampoo lain.

PILIH YANG HERBAL, 2-IN-1, ATAU YANG BIASA?

Label ‘herbal‘ tidak menjamin shampoo akan bekerja lebih baik dibanding lainnya. Pertama karena biasanya kandungan herbalnya terlalu sedikit. Kedua, bahan herbal tersebut akan terbuang bersama air bilasan rambut Anda. Terlalu kecil manfaat yang bisa didapat dari kandungan herbal dalam shampoo. Jadi lebih baik kita pilih shampoo yang bekerja sesuai fungsi yang semestinya: membersihkan.

Untuk menutrisi, kita bisa aplikasikan sebelum atau setelah rambut dibersihkan.

Shampoo 2-in-1 atau shampoo yang mengandung kondisioner mungkin membuat rambut terasa lebih lembut. Tapi pada prakteknya, menggunakan shampoo dan kondisioner secara terpisah memberi hasil lebih baik karena shampoo bekerja optimal membersihkan, dan kondisioner bekerja maksimal melembapkan. Tapi jika Anda ingin keramas yang praktis, shampoo jenis ini mungkin cocok jadi pilihan. Yang penting…

SYARAT SHAMPOO YANG BAIK

Tidak meninggalkan residu.

Tapi jika Anda tinggal di daerah yang airnya berat (hard water, biasanya di dataran tinggi), residu yang Anda dapatkan setelah keramas kemungkinan juga merupakan endapan mineral dari air yang digunakan untuk keramas. Untuk mengenyahkan residu, akhiri proses mencuci rambut dengan bilasan sari jeruk nipis.

Air berat hard water

Tidak menyebabkan iritasi khususnya di kulit kepala.

Tak banyak yang tahu bahwa tidak semua bahan herbal aman untuk setiap orang. Kandungan herbal dalam shampoo tak jarang menjadi penyebab iritasi pada beberapa konsumen. Selain kandungan herbal, jenis detergen yang digunakan dalam shampoo juga dapat menyebabkan iritasi. Cari shampoo yang menggunakan bahan detergen lain.

Memiliki tingkat keasaman yang cocok untuk jenis rambut DAN jenis air yang tersedia.

Air yang bersifat basa dapat menyebabkan rambut mudah patah, pecah, atau rusak. Sepertinya masuk akal jika hampir semua shampoo diformulasikan dengan pH cukup rendah (asam) untuk meminimalisir kerusakan. pH 4-6 mungkin cukup jika Anda berambut kering atau normal dan tinggal di dataran rendah. Dengan kondisi rambut dan air yang selain itu, mungkin Anda butuh shampoo dengan pH lebih rendah lagi.

beragam pilihan shampoo

Tanggapan Anda